Berita Pagi - Reaksi keras atas pembubaran ormas Islam Hizbut Tahrir
Indonesia (HTI) datang dari sejumlah kalangan, salah satunya PKS.
Meski berbeda haluan dan pandangan, namuan PKS menyayangkan
sikap pemerintah yang begitu saja membubarkan HTI tanpa mekanisme yang
seharusnya.
Lebih jauh fungsi pemerintah yang mengayomi seluruh warga
masyarakatnya dalam berorganisasi seharusnya mengemban peran dialogis dalam
mengurai persoalan ormas.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nurwahid termasuk yang
menyayangkan sikap pemerintah itu.
“Negara enggak diberi kewenangan untuk langsung mencabut.
Harus melalui mekanisme peradilan,” tegas Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur
Wahid, saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/5).
Karena Indonesia merupakan negara hukum maka semua pihak
harus menghormati kebebasan berorganisasi yang dimiliki setiap warga negara.
Dia meminta pemerintah cermat dan hati-hati memperlakukan
ormas maupun individu yang dianggap melawan ideologi negara (Pancasil) atau
dituduh melakukan usaha makar.
“Banyak orang dituduh makar tapi engga jelas juga tindak
lanjutnya. Apa buktinya? Pak Alkhaththath (Sekjen Forum Umat Islam ) sejak
tanggal 31 Maret ditahan. Sampai hari ini, enggak jelas juga proses hukumnya
bagaimana, makarnya apa. Katanya masuk gorong-gorong, gorong-gorong sebelah
mana,” ungkap politikus senior Partai Keadilan Sejahtera ini.
Dia sendiri sepakat bila organisasi yang bertentangan dengan
Pancasila akan dibubarkan oleh pemerintah. Tetapi, tindakan itu harus melalui
mekanisme pengadilan.
“Siapapun yang dituduh anti Pancasila, ada pengadilan yang
akan menguji. Kalau dia tidak bertentangan dengan Pancasila, jangan diberikan
stigma bahwa dia anti Pancasila ketika dia juga ambil bagian dari kegiatan yang
mengamalkan Pancasila,” ujar Hidayat.
Sementara Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menanggapi
rencana pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Menurut dia, ormas yang dianggap anti Pancasila itu bisa
hidup di tengah masyarakat karena ulah pemerintah sendiri.
Pemerintah gagal menjalankan fungsinya sebagai fasilitator
gerakan sosial sehingga muncul gerakan-gerakan semacam HTI.
Karena itu, ketimbang membubarkan HTI, Fahri menyarankan
pemerintah bersikap lebih tenang dan menyiapkan fasilitas diskusi publik.
“Artinya pemerintah membuka pintu dialog,” ujar Fahri Hamzah
di gedung DPR, Jakarta, Senin (8/5).
Dia sendiri mengakui kerap beda pendapat dengan HTI terkait
banyak hal.
Bahkan, dirinya yakin ada kesalahan cara HTI dalam melihat
anatomi persoalan masyarakat berbasis sejarah dan sebagainya.
Tetapi baginya lebih baik pemikiran itu menjadi perdebatan
dan bagian dari dinamika masyarakat.
“Kalau sekarang pemerintah mengambil jalan seperti ini,
menjadi para pihak dari gugatan dan sebagainya, maka ini mereduksi peran
pemerintah. Seharusnya pemerintah tidak perlu mengambil peran ini dan tidak
perlu menjadi keputusan politik pemerintah,” tegas Fahri.
Dia tekankan lagi bahwa pemerintah tidak boleh membubarkan
HTI secara sepihak melainkan harus melalui proses peradilan. Hal ini harus
dilakukan meski akan memakan waktu panjang.[psi]
0 Response to "Kecaman Keras PKS Atas Pembubaran HTI"
Posting Komentar