Berita Pagi - Masih ingat dengan Safiuddin Ilias, transgender asal
Malaysia yang ingin bertobat tapi tetap saja dihujat? Kisah Ilias menjadi
cerita besar.
Kisah Ilias berakhir dengan bahagia dan senang. Dia telah
berhijrah. Kisah hijrahnya itu disiarkan di TV, membuat banyak orang terharu.
Dia kembali menjadi pria tulen dan membuang implan di
dadanya. Dia mulai berpakaian seperti lazimnya pria, serta mulai membasahi
mukanya dengan air wudlu.
Dia banyak menangis mengenang dosa selama umrah di Mekah.
Bersimpuh di masjid memohon ampun, tunduk dan sujud setiap punya kesempatan.
Dia kembali menjadi lelaki tulen. Semua bersyukur dan
bangga. Fase baru dimulai. Berikut adalah kisah perjalanan Ilias saat berusaha
bertobat dan pergi umrah
Dalam hijrah panjang itu, Ilias sering berbagi cerita. Dia
resah dan ketakutan bila orang-orang di jalanan dan media mulai menghujat dan
menghakimi.
Berbagai serangan yang menyakitkan menghujamnya. Kenapa muka
masih seperti perempuan, pria perlu punya jenggot. Kenapa kulit masih putih
bersih, pria harus gelap berurat.
Kenapa masih berdagang bahan kecantikan, kenapa masih
berpakaian warna wanita, kenapa rambut masih panjang, dan berbagai kenapa
lainnya.
Dia mulai merasa hijrahnya begitu sulit. Semua yang
diperbuatnya dianggap salah di mata para hakim-hakim ini. Puncaknya, dia
berkata, ‘Baik, saya jadi transgender kembali!’
Lantas senanglah hakim-hakim ini. Mereka sudah menduga
migrasi tersebut hanya sekadar pura-pura. Dia migrasi hanya untuk bisnis, hanya
untuk mencari nama.
Serangan juga dialami ustaz yang membimbing Ilias. Padahal,
sang ustaz telah berjuang keras agar Ilias kembali ke jati dirinya sebagai
seorang pria.
” Kau salah menafsirkan maksudnya. Dia gunakan hijrahnya
untuk bisnis, dia gunakan agama. Kau gagal dalam dakwah ini,” begitulah bunyi
cercaan kepada ustaz pembimbing Ilias.
” Saya banyak berdiam diri. Kadang merasa kecewa juga. Namun
saya belajar sesuatu – pekerjaan dakwah ini adalah jalan yang paling berliku,”
kata sang ustaz.
Mereka yang menyebut kisah si banci bermigrasi hanya untuk
menjual agama itu kini terdiam.
Dan kabar terbaru, ‘Si banci’ itu baru pulang dari umrah.
Dibawa seluruh keluarga dan sahabat-sahabat seprofesi yang sudah bertobat. Dia
menyerahkan segala kesalahannya di rumah Allah. Dia menyerah pada agamanya.
Kini dia botak. Semoga Allah gugurkan dosa-dosanya bagai
gugurnya rambutnya. Dia kembali dengan kekuatan baru. Semoga dia kuat dan terus
kuat.
Dia mungkin akan melakukan kesalahan lagi. Tapi cobalah
memahami dia dengan sebaiknya. Mengkritik dan menghina tidak akan membawa
perubahan yang baik. Itu justru hanya akan membuatnya kembali pada jalannya
yang dulu sebagai banci.
Cukuplah menjadi hakim bagi orang lain. Setiap manusia ada
jalan ujian yang Allah sediakan. Beruntung tuan jadi lelaki dan perempuan yang
murni. Namun jangan kesampingkan yang lain.
Kita tidak pernah tahu amal mana yang diterima Allah,
sebagaimana kita tidak tahu dosa mana yang akan membakar kita di hari
pembalasan kelak.
Jika ada mereka yang tersesat, bantulah dengan berhikmah
seperti mana kita ingin dibantu. Tidak ada siapapun yang ingin terus sesat!
Sumber: eberita.org / dream.co.id
0 Response to "Pulang Melaksanakan Umroh, Transgender Ini Mengalami Hal Yang Benar-benar Membuatnya …"
Posting Komentar