Berita Pagi - ILC TvOne tadi malam, Selasa (23/5/2017), mengangkat tema yang bagus “Saatnya Damai Bersenandung”.
Alhamdulillah segala puji hanya untuk Allah SWT jualah yang
membuka tabir kepada kita semua akan 3 GOLONGAN manusia. Pertama yang mewakili
kaum yang ingkar, Kedua yang melambangkan kaum pragmatis hypokrasi politican,
dan Ketiga mewakili kaum yang menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
PERTAMA adalah KAUM YANG INGKAR. Ini nampak sangat jelas ada
pada sosok ketum partai sosialis yakni Grace Natalie. ( pendukung ahok)
Pemirsa Tv One sangat gamblang menonton banyak sekali
hal-hal yang dingkari oleh mantan penyiar tv one ini. Salah satunya adalah dia
selalu mengingkari dan atau bersifat ambigu/kontradiksi tentang semua yang
diucapkan sendiri, dimana salah satunya adalah tentang fakta dan realita
sekarang yakni bahwa Ahok sudah mencabut memori Banding.
Namun tatkala ditanya oleh Karni Ilyas apakah setelah kasus
Ahok ini sudah selesai masih ada lagi unjuk rasa dan demo2 yang akan dilakukan
para ahokers? Atau apakah mengikuti keinginan ahok yang sudah menerima vonis
hakim agar terwujudnya damai bersenandung di Jakarta khususnya dan di Indonesia
pada umum nya??
Tetapi Grace dengan ekspresi yang gugup, tatapan mata yang
terkesan bingung seolah-olah mohon bantuan dari salah satu petinggi PDIP dan
anggota DPR Fraksi PDIP (Henry Yosodiningrat). Dan yang lebih memperparah
situasi mental seorang Grace adalah menjawab dengan penuh keraguan sambil
cengar-cengir tidak jelas dengan jawab akan terus unjuk rasa selama masih ada
ancaman terhadap Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika tanpa dia resapi, tanpa dia
paham dan dengan penghayatan yang sangat jauh dibawah standar akan apa itu yang
dimaksud dengan ancaman bagi dasar negara dan lambang negara Indonesia???
Banyak hal-hal lain yang diingkari Grace antara lain dia
mengatakan bahwa demo ahokers itu adalah aksi damai. tertib, santun, tidak
anarkhi, tidak mengintimidasi dan tidak mengganggu ketertiban dan keamanan…
Preeeetttt!!! Grace Natalie pikir bahwa rakyat Jakarta sudah
lupa bagaimana para ahokers mau menyerbu LP Cipinang, menjebol pintu gerbang lapas,
kenapa Ahok dipindahkan ke Mako Brimob yang menurut pernyataan Kalapas karena
Ahok takut terancam keamanan dan keselamatan jiwanya karena begitu banyak
ahokers mau menyerbu LP Cipinang
Bagaimana para ahokers berdemo sampai jauh tengah malam yang
jelas-jelas melanggar aturan unras.. Belum lagi menyandera pegawai Pengadilan
Tinggi DKI.
Apakah si Grace mata nya buta bahwa belasan ribu lilin sudah
menimbulkan korban pengendara sepeda motor jatuh terpeleset karena begitu
licinnya lelehan lilin ditengah jalan.
Apakah si Grace kuping nya sudah tuli tidak mendengar protes
banyak pihak non ahokers yang marah karena ahokers melakukan demo di Hari Raya
Waisak???
Tentunya masih banyak lagi pengingkaran yang dilakukan grace
nathaly…
GOLONGAN KEDUA dua adalah yang merepresentasikan kaum
hypokrasi pragmatisme politician..yakni Henry Yosodinigrat PDIP dengan
karakteristik seorang politisi yang berspecies hypokrit- pragmatis. Sangat
terlihat sekali ingin menghindar, tidak mau berbicara lama, terkesan ambil
posisi buang badan atau cuci tangan. Dalam istilah bahasa betawi nya “ngumpet”
dari semua kekalahan, kesalahan strategi dan tidak becus nya manajemen gerbong
timses partai keroyokan pendukung Ahok-Djarot dengan PDIP sebagai lokomotif utamanya.
Singkat sekali dia berujar yakni tatkala ditanya Karni Ilyas
apakah kelompok partainya menerima kemenangan Anise-Sandi??
Henry tidak menjawab secara tegas.. Dia cuma menjawab demi
merajut damai bersenandung dia mengatakan lebih baik menatap kemasa depan, tapi
jika ditengah jalan jika ibaratnya ada ular berbisa yang mengancam lebih baik
dibunuh.. Itu mentalisme preman pasar namanya… Hadeuuuhhh
Dan golongan yang terakhir adalah kaum penegak amar ma’ruf
nahi munkar. Yakni ustadz Zaitun yang mewakili GNPF MUI.
Dengan berbekal pengetahuan dan dan pendalaman Islam yang
sangat tinggi ditambah dengan faktor ketenangan, kemampuan menguasai materi,
penguasaan retorika dan kemampuan memberikan penjelasan-penjelasan yang lugas,
tegas dan teratur, Wakil Ketua GNPF-MUI ini mampu mematahkan semua kebohongan,
semua cerita fantasi si ketum partai baru dan lawyer non aktif yang pindah
kantor kerumah rakyat, dengan kombinasi pukulan triple, yakni jab, upper-cut
dan swing nya Wakil Ketua MUI ini membuat Grace dan Henry K.O. terdiam membisu
dengan expresi nya masing-masing yang lucu-lucu.. Wkwkwk. Cekakak….
Ustadz Zaitun sebenarnya sangat singkat dan sederhana sekali
mengulas tema ILC “SAATNYA DAMAI BERSENANDUNG” dan mengurai benang kusut effek
buruk dari kasus sang penista agama ini sehingga jika diurai dan dicari akar
perdamaian tsb, maka perdamaian akan cepat tercipta..
Ustadz Zaitun mengatakan bahwa kalau berbicara merajut
perdamaian sesungguhnya GNPF MUI dan Umat Islam dalam semua Aksi Bela Islam
sudah ditanamkan azas perdamaian, keramahtamahan, menebarkan kasih sayang,
kesantunan, toleransi, kebersihan dan keindahan dan azas taat selain azas
akhlakul karimah.. Dan itu semuanya sudah dibuktikan secara nyata bukan Omdo…
“Bukan sekedar lips servis tapi Fakta menyatakan seluruh
aksi GNPF berjalan damai mematuhi aturan bahkan sangat dibanggakan oleh bapak
Presiden. Ketika bertemu dengan pengusaha Australia, Presiden mengatakan
‘Jangan ragu berinvestasi di Indonesia, orang demo 7 juta bisa damai’. Apalagi
yang kurang dari pengakuan Presiden?” ujar ustadz Zaitun.
Jadi menurut ustadz Zaitun jika ingin mewujudkan perdamaian
yang hakiki adalah cobalah mencari akar kedamaian itu sendiri.. dimulai dari
toleransi yang benar, saling menghormati, tidak boleh sekedar lipstik pemanis
bibir untuk memojokan pihak lain. JLEBBB!!!
Berikut video ILC Grace-PDIP-Ust Zaitun:
[GR / pii]
0 Response to "[Video] Telak! Di ILC TvOne, Ustadz Zaitun Bungkam "Ahoker" Grace Natalie & Politisi PDIP"
Posting Komentar