
Berita Pagi - Kaburnya ratusan tahanan di Rutan Sialang Bungkuk Riau,
ternyata salah satunya akibat dipersulitnya mereka melaksanakan shalat.
Kalaupun ada kesempatan shalat, waktu yang diberikan sudah lewat dari jadwal.
Pengakuan melalui video yang sudah beredar luas tersebut
diungkapkan para napi yang sudah tertangkap aparat di lapangan.
Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy menilai
hal ini merupakan persoalan serius. Dia mendorong Dirjen Pemasyarakatan (Kemenkumham
untuk turun tangan mengungkap apakah keterangan para napi yang kabur itu benar.
"Logikanya bisa masuk akal, jika kemudian mereka
melarikan diri lantaran dipersulit untuk beribadah. Namun sekali lagi ini perlu
dicek ulang," kata Aboe melalui pesan elektroniknya, Minggu (7/5).
Menurut Aboe, persoalan kebebasan beribadah merupakan faktor
fundamental yang harus diberikan kepada napi. Pada sisi lain, keberadaan mereka
di lapas adalah sebagai warga binaan, yang dalam peroses memperbaiki diri.
Dengan demikian seharusnya yang dilakukan adalah mengajak
mereka untuk kembali mendekatkan diri dengan agama dan Tuhan. Bukan malah
mempersulit mereka untuk beribadah.
"Bila kesaksian para napi di depan polisi saat
tertangkap ini benar, tentunya akan menjadi catatan penting dari Komisi
III," ujar politisi PKS ini.
Motif lain adalah maraknya pungli. Hal ini seperti yang
dikeluhkan para keluarga napi. Bahkan ada informasi sekali kunjungan mereka
dikenakan biaya Rp 25 ribu, ada uang mingguan Rp 10 ribu, ada uang air, belum
lagi kalau nitip makanan. Jika tidak ada uang, informasinya makanan akan
dibuang. Belum lagi kalau ada yang sakit, perlu biaya lagi untuk memberikan
obat kepada napi. Ada juga uang kamar, jika ingin enak bayar antara Rp 3-5
juta, kalau tak bayar bisa-bisa mereka tidur di WC.
Kata Aboe, informasi ini juga harus ditanggapi secara serius
oleh Dirjen Pemasyarakatan, karena selama ini dia punya komitmen yang tinggi
terhadap pemberantasan pungli.
Selama ini sebagai mitra kerja, Komisi III selalu memberikan
dukungan atas langkah pemberantasan pungli di lapas.
"Khusus untuk kasus Rutan Sialang Bungkuk ini kami
secara intens akan melakukan pengawasan, untuk memastikan bahwa langkah terbaik
sudah diambil oleh Kemenkumham," pungkas Aboe.[rmol]
0 Response to "Karena Dipersulit Melaksanakan Shalat, Ratusan Napi Penjara Sialang Bungkuk Riau Melarikan Diri"
Posting Komentar