Berita Pagi - Program Kartu Jakarta Lansia (KJL) yang menjadi alat
kampanye pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat
pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua, hari ini dilaporkan Tim Anies-Sandi ke
Bawaslu DKI.
"Program KJL itu tipu-tipu rakyat, karena belum
dianggarkan dalam APBD. Hari ini kita resmi laporkan ke Bawaslu untuk
diproses," kata Tim Pemenangan Anies-Sandi, Prabowo Soenirman saat
dihubungi, Rabu (12/4).
Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta ini juga
mengimbau Ahok-Djarot tidak terburu-buru menggembar-gemborkan KJL.
Disisi lain Prabowo menyayangkan adanya mobilisasi lansia ke
kantor-kantor Bank DKI untuk membuka rekening baru.
Diketahui, sejak pekan lalu sejumlah Kantor Bank DKI
dipadati kaum lansia yang akan membuat rekening Bank DKI. Menurut mereka,
nantinya rekening tersebut akan digunakan untuk menerima kiriman dana KJL
setiap bulannya.
Kantor Bank DKI yang didatangi para lansia diantaranya Bank
DKI Kantor Camat Johar Baru, Kantor Bank DKI Pramuka, Kantor Bank DKI
Pacenongan dan Bank DKI Syariah di Pusat Promosi Ikan Hias UKMK.
Ahok sebelumnya menjelaskan penerima KJL merupakan lansia
berumur di atas 60 tahun. Jumlah uang yang akan diterima para lansia adalah
sebesar Rp 600.000 per bulan. Calon penerima KJL juga akan diverifikasi supaya
tidak salah sasaran. [rmol]
0 Response to "Ternyata Program Tipu-tipu, Kartu Lansia Ahok-Djarot Dilaporkan ke Bawaslu"
Posting Komentar