Berita Pagi - Saksi pelapor kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Irena Handono mengaku semua kesaksiannya
dalam persidangan kelima adalah benar adanya.
Ia bahkan mempersilakan pihak Ahok untuk mempolisikannya
jika dirasa memberi kesaksian palsu.
"Ya silakan saja, saya siap. Itu semua fakta. Silakan
saja," tegasnya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa
(10/1).
Video yang di
Kepulauan Seribu ternyata setelah dan sebelumnya sudah terjadi beberapa kali.
Memang semuanya itu sudah ada YouTube," lanjutnya.
Pihak Ahok merasa Irena telah melakukan fitnah karena telah
memberikan beberapa kesaksian palsu. Salah satu di antaranya kesaksian Irena
yang menyebut Ahok mengatakan masyarakat Pulau Seribu harus memilihnya dalam
Pilkada 15 Februari nanti.
Meski mengakui Ahok tak secara gamblang bilang begitu, namun
analisa Irena menyatakan Ahok telah menggunakan bahasa terbalik. Tujuan Ahok
sebenarnya memang meminta masyarakat untuk memilihnya.
"Di Kepuluan Seribu itu dengan menggunakan pakaian
dinas, dia menyampaikan tentang pemilu. Memang dia menggunakan bahasa terbalik,
Jangan khawatir kalau enggak milih saya jangan takut enggak masuk surga, jangan
mau dibodohi pakai surat Al Maidah," paparnya.
Irena mengaku sudah paham betul perihal bahasa terbalik yang
biasa diutarakan Ahok itu.
"Ya terbalik, jadi cara-cara seperti itu kita hafal
lah. Jadi video itu sebelumnya seolah agama Islam itu benar dan agama dia yang
salah, tapi di-endingnya dia mengatakan 'gue senang tuh yang kayak gitu',"
jelasnya.[rmol]
0 Response to "Astaghfirullah Umi Dituding Beri Kesaksian Palsu, Irena Handono Persilakan Kubu Ahok Polisikan Dirinya"
Posting Komentar